Jumat, 09 Agustus 2019

Baperku di Kamis 8 Agustus 2019




Gloomy banget pagi ini abis curhat sama teman lama yang mengetahui perjuanganku untuk temannya selama ini.
Sebenernya sakit ini aku rasain sejak Sabtu 27 Juli sih..udah kuceritakan juga ke beberapa orang inner circle-ku 
Meski lumayan bisa meringankan sedikit beban yang nyesek di dada dan aku berterimakasih pada mereka, tapi entah kenapa aku ngerasa masih terbebani.
Aku gak butuh kata-kata penyemangat saat ini, aku cuma butuh didengarkan dan dimengerti keadaanku oleh orang yang bener-bener mengerti or mengetahui perjuanganku.
Terserah istilah kalian menyebutnya mencari pembenaran atau pembelaan atau apapun itu.
Tapi kata-kata sederhana tak perlu indah pun jika muncul dari orang yang tepat, bisa menyentuh dengan tepat titik Lukaku dan membantuku meluapkan emosi kesedihanku.


Terimakasih Tuhan pagi ini Kamu kirimkan orang yang tepat itu, seorang teman lama, temanku dan dia, temanku yang mengerti dan mengetahui perjuangkanku untuk temannya itu.
Kata-kata siteman lama ini hanyalah “Perjuanganmu luar biasa, memang perlu dilepaskan. Biar nanti Bapa yag gerak untukmu Phoy, apalagi dy ndeketin orang terdekatmu kan, pasti masalah hati yang diubek-ubek Bapa.”
Kata-kata sederhana itu membuat airmataku yang tertahan karena ada perasaan dan gengsi yang kujaga selama ini tumpah ruah meluber dan susah berhenti, di kantor….
“Perjuanganmu memang berat, kalo pengen nangis ya ke bukit bintang aja, usahakan jangan sampai mamamu tau dan terbebani juga.”
Yap, memang benar.
Banyak perasaan dan hati yang harus aku jaga selama 10 tahun ini sampai-sampai aku harus mengabaikan hati dan perasaanku sendiri.
Dan itu menyakitkan.
Berkorban itu sakit,
Karena ada yang terkikis dari diri kita, entah itu kebahagiaan, kebebasan, ego, terlebih lagi saat kita harus mempermainkan hati dan perasaan, menjadi naif dan munafik bagi diri sendiri.


Belum reda tangisku, statement siteman membuat tawaku pecah meledak saat dia berkata “Btw, perjuangan kuwi wes luwih tuwo timbang ponakanmu (anakku, Tara) hahaha…”
Antara geli banget sama ke-absurd-an komen siteman dan terangkatnya sedikit beban di hati ini.
Aku bersyukur punya siteman ini, terimakasih lagi Tuhan…
Satu hal yang mau aku percayai lagi dari Kamu yaitu : Kamu memroses hatiku seberat ini supaya hatiku semakin MBOIS buatMu (Mbois adalah istilah kece, dalam bahasa Jawa Surabaya) untuk rencana yang luar biasa perihal pasangan hidupku nantinya.
Aku sangat berusaha  untuk percaya lagi, setelah kegagalan – kekecewaan dan pengkhianatan yang aku alami selama bertahun-tahun.

Sungguh hal yang tidak mudah untuk kembali menumbuhkan kepercayaan itu, ada ketakutan besar didalamnya.
Takut gagal lagi padahal sudah membuang waktu dan effort yang tidak gampang.
Takut Dia bertindak tidak adil lagi terhadapku.
Aku yang sudah mengabdi dan menjaga hidupku sedemikian rupa, harus menerima kenyataan yang jauh dari bahagia tentang pasangan.
Sedangkan mereka berdua yang sama-sama hidup sembarangan tentang relationship kok malah menerima? Isn’t fair for me.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar