Gloomy banget pagi ini
abis curhat sama teman lama yang mengetahui perjuanganku untuk temannya selama
ini.
Sebenernya sakit ini
aku rasain sejak Sabtu 27 Juli sih..udah kuceritakan juga ke beberapa orang
inner circle-ku
Meski lumayan bisa meringankan sedikit beban yang nyesek di
dada dan aku berterimakasih pada mereka, tapi entah kenapa aku ngerasa masih terbebani.
Aku gak butuh
kata-kata penyemangat saat ini, aku cuma butuh didengarkan dan dimengerti
keadaanku oleh orang yang bener-bener mengerti or mengetahui perjuanganku.
Terserah istilah kalian menyebutnya mencari pembenaran atau pembelaan atau
apapun itu.
Tapi kata-kata sederhana tak perlu indah pun jika muncul dari orang
yang tepat, bisa menyentuh dengan tepat titik Lukaku dan membantuku meluapkan
emosi kesedihanku.
Terimakasih Tuhan pagi
ini Kamu kirimkan orang yang tepat itu, seorang teman lama, temanku dan dia,
temanku yang mengerti dan mengetahui perjuangkanku untuk temannya itu.
Kata-kata siteman lama
ini hanyalah “Perjuanganmu luar biasa, memang perlu dilepaskan. Biar nanti Bapa
yag gerak untukmu Phoy, apalagi dy ndeketin orang terdekatmu kan, pasti masalah
hati yang diubek-ubek Bapa.”
Kata-kata sederhana
itu membuat airmataku yang tertahan karena ada perasaan dan gengsi yang kujaga
selama ini tumpah ruah meluber dan susah berhenti, di kantor….
“Perjuanganmu memang
berat, kalo pengen nangis ya ke bukit bintang aja, usahakan jangan sampai
mamamu tau dan terbebani juga.”
Yap, memang benar.
Banyak perasaan dan hati
yang harus aku jaga selama 10 tahun ini sampai-sampai aku harus mengabaikan
hati dan perasaanku sendiri.
Dan itu menyakitkan.
Berkorban itu sakit,
Karena
ada yang terkikis dari diri kita, entah itu kebahagiaan, kebebasan, ego, terlebih
lagi saat kita harus mempermainkan hati dan perasaan, menjadi naif dan munafik
bagi diri sendiri.
Belum reda tangisku,
statement siteman membuat tawaku pecah meledak saat dia berkata “Btw,
perjuangan kuwi wes luwih tuwo timbang ponakanmu (anakku, Tara) hahaha…”
Antara geli banget sama ke-absurd-an komen siteman dan terangkatnya sedikit
beban di hati ini.
Aku bersyukur punya siteman ini, terimakasih lagi Tuhan…
Satu hal yang mau aku percayai lagi dari Kamu yaitu : Kamu memroses hatiku
seberat ini supaya hatiku semakin MBOIS buatMu (Mbois adalah istilah kece,
dalam bahasa Jawa Surabaya) untuk rencana yang luar biasa perihal pasangan
hidupku nantinya.
Aku sangat
berusaha untuk percaya lagi, setelah
kegagalan – kekecewaan dan pengkhianatan yang aku alami selama bertahun-tahun.
Sungguh hal yang tidak mudah untuk kembali menumbuhkan kepercayaan itu, ada
ketakutan besar didalamnya.
Takut gagal lagi padahal sudah membuang waktu dan
effort yang tidak gampang.
Takut Dia bertindak tidak adil lagi terhadapku.
Aku yang
sudah mengabdi dan menjaga hidupku sedemikian rupa, harus menerima kenyataan
yang jauh dari bahagia tentang pasangan.
Sedangkan mereka berdua yang sama-sama
hidup sembarangan tentang relationship kok malah menerima? Isn’t fair for me.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar